
Bagaimana Cara Memulai Bisnis Online dari Rumah?
Juli 29, 2025
10 Alasan Mengapa Bisnis UMKM Harus Go Digital
Juli 31, 2025Dropshipping telah menjadi model bisnis yang digemari oleh banyak orang karena minim modal dan risiko. Namun, banyak dropshipper pemula yang gagal bukan karena sistemnya, tetapi karena kurangnya pemahaman dan strategi. Artikel ini membahas kesalahan umum dropshipper pemula dan bagaimana cara menghindarinya agar bisnis lebih stabil dan menguntungkan.
1. Tidak Memahami Produk yang Dijual
a. Menjual Tanpa Riset Produk
Banyak pemula langsung menjual produk hanya karena tren, tanpa tahu kelebihan, kekurangan, atau kebutuhan pasar.
b. Dampak Negatifnya
Konsumen bisa kehilangan kepercayaan saat kamu tidak bisa menjawab pertanyaan detail tentang produk.
✅ Cara Menghindarinya
- Lakukan riset produk terlebih dahulu.
- Coba beli produk yang akan kamu jual untuk merasakan langsung kualitasnya.
- Pelajari spesifikasi dan manfaatnya agar kamu bisa memberikan value kepada pelanggan.
2. Tidak Selektif Memilih Supplier
a. Asal Pilih Supplier
Memilih supplier hanya karena harga murah bisa menjadi bumerang jika ternyata mereka lambat mengirim, produk sering kosong, atau tidak responsif.
b. Akibatnya
Kepuasan pelanggan menurun dan kamu bisa kehilangan reputasi meski kesalahan dari supplier.
✅ Cara Menghindarinya
- Cek ulasan supplier dari platform marketplace.
- Lakukan uji coba beberapa kali sebelum kamu sepenuhnya bergantung pada satu supplier.
- Utamakan supplier yang menyediakan update stok real-time dan fast response.
3. Tidak Punya Branding Sendiri
a. Hanya Jadi ‘Penyalur’ Tanpa Identitas
Dropshipper pemula sering hanya copy-paste deskripsi dan gambar dari supplier tanpa modifikasi, sehingga tidak memiliki keunikan.
b. Akibatnya
Sulit membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan karena tidak terlihat profesional.
✅ Cara Menghindarinya
- Buat nama toko dan visual branding sendiri.
- Tulis ulang deskripsi produk dengan gaya khas kamu.
- Bangun akun media sosial dan gunakan strategi konten untuk menarik pelanggan.
4. Tidak Memahami Margin dan Biaya
a. Menjual Terlalu Murah
Karena takut tidak laku, banyak pemula memberi harga serendah mungkin, bahkan tanpa memperhitungkan biaya admin dan pengiriman.
b. Akibatnya
Bisnis tidak menghasilkan profit, bahkan bisa merugi tanpa disadari.
✅ Cara Menghindarinya
- Hitung semua komponen biaya: harga produk, ongkir, biaya admin marketplace, dan biaya promosi.
- Tentukan margin wajar untuk tetap kompetitif tapi menguntungkan.
- Gunakan tools kalkulator harga dropship.
5. Tidak Konsisten dalam Promosi
a. Menyerah Saat Tidak Ada Penjualan
Banyak dropshipper menyerah dalam 1–2 minggu saat tidak langsung mendapat order.
b. Akibatnya
Padahal, konsistensi adalah kunci untuk membangun kepercayaan pasar dan algoritma media sosial.
✅ Cara Menghindarinya
- Buat kalender konten harian untuk promosi di media sosial.
- Gunakan kombinasi promosi organik dan iklan berbayar.
- Evaluasi performa konten dan terus belajar copywriting.
6. Mengabaikan Layanan Pelanggan
a. Lambat Membalas Pesan
Sebagai dropshipper, kamu adalah jembatan antara pembeli dan supplier. Respons lambat bisa membuat pelanggan lari.
b. Akibatnya
Pelanggan kecewa dan tidak akan beli ulang.
✅ Cara Menghindarinya
- Sediakan template jawaban untuk pertanyaan umum.
- Gunakan aplikasi chat otomatis untuk membalas pesan dengan cepat.
- Jaga komunikasi dengan pelanggan hingga barang sampai dengan aman.
7. Tidak Menyiapkan Strategi Jangka Panjang
a. Fokus Jangka Pendek
Tanpa perencanaan jangka panjang, dropshipper hanya akan ‘jualan dadakan’ tanpa arah.
b. Akibatnya
Sulit berkembang, bahkan rawan gulung tikar jika ada perubahan tren.
✅ Cara Menghindarinya
- Tetapkan target: 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun.
- Evaluasi performa penjualan secara berkala.
- Pertimbangkan untuk naik level: dari dropship ke reseller, atau produksi brand sendiri
Menjadi dropshipper pemula memang penuh tantangan. Namun, dengan menghindari kesalahan umum seperti di atas dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kamu bisa membangun bisnis yang berkelanjutan dan menguntungkan. Dropshipping bukan sekadar menjual produk orang lain, tapi juga tentang strategi, pelayanan, dan branding yang kuat.